Clodi sama vitri masih seru aja ngerumpi sepanjang jalan, mulai dari kantor, proses ngantri di alley bank, sampe akhirnya sekarang mereka dalam perjalan balik lagi kekantor. Kantor tempat mereka bekerja emang Cuma berjarak beberapa meter dari bank yang dituju Clodi untuk bayar tagihan kartu kreditnya hari ini, Cuma dipisahin 1 traffic light, deket kan.. tapi kurang panjang buat ngobrol bareng sahabat haha.
Aduh tapi emang gila ya, Clodi sama Vitri kalo udah ketemu dikantor pasti gak jauh dari ngobroll mulu kerjaannya. Bassicly it was called ngerumpi at the office dan sekitarnya. Well perjalanan nyebrangin traffic light yang lumayan panas jadi gak terlalu kerasa deh, yah lagian juga di kawasan perkantoran ini emang penuh banget sama gedung-gedung bertingkat yang menggila tingginya, jadi mataharinya suka kehalangan gedung, baguskan jadi bisa menghadang sinar uv biar gak bikin kanker kulit.
Vitri masih seru aja ngasih pendapatnya soal Mareta_temen mereka dikantor_yang menurut mereka berdua ada yang salah deh ama tingkah Mareta ini.
"menurut gue, dia itu emang Cuma perempuan yang punya mimpi aja Di"
"iya, mimpinya kejauhan trus nggak sampe-sampe deh"
"he eh, trus jadinya dia berusaha menghidupkan mimpinya lewat kebohongan-kebohongannya itu"
"ih aneh banget ya vit.."
Ini dia rumpian kesukaan Clodi sama Vitri minggu ini, soalnya Mareta, asisten interior designer mereka yang baru mulai nunjukin tingkah yang agak aneh, belakangan baru ketauan kalo dia hobi banget ngasih cerita-cerita bohong soal dirinya sendiri, cerita kalo sebenernya dia itu anak tiri lah, dia itu pernah hampir kawin sama Tora Sudiro lah, cerita soal dia pernah jatoh dari pesawat terbang lah.. ih aneh banget kan tuh. She did all of that just to get attention deh pasti, itulah asumsi dari beberapa cewek-cewek kantor yang lain, yang mulai jengah ngedenger keboongan Mareta yang udah mulai terdengar terlalu bodoh itu. Sebenernya rumpian ini masih bisa terus berlanjut dengan hebohnya kalo aja mata Clodi dan Vitri nggak menangkap sesosok pria manis yang dari tadi juga lagi nunggu traffic light buat nyebrang dari sisi bersebrangan dengan mereka berdua.
He is gorgeous alright, oh iya lupa bilang, selain rajin ngegosip, belanja dan dandan, Clodi dan Vitri juga genit kalo udah liat pria tampan, pokoknya semua sifat yang sangat kewanita-wanitaan pasti mereka punya.
"Clodi.. lo liat apa yang gue liat nggak?"
"… gue liat vit, whaaw… siapa itu? Kok gue gak pernah liat dia disekitar sini ya?"
"iya ya, gue juga..rahangnya bagus banget"
"oke vit, kita bagi tugas, gue yang senyumin, lo yang baca name tag dilehernya itu ya.."
"oke, hah!! Kok lo yang asik-asik ngasih senyum sih!"
"santai vit, nanti lo juga gentian besok hehehehe lagian baju gue lebih sexy nih"
"shit!udah keburu merah deh lampunya, okey ayo mulai Di"
Sewajarnya kalo traffic light udah merah, semua orang yang dari tadi udah nunggu di ujung zebra cross mulai bergerak untuk menggunakan kesempatan mereka untuk menyebrang diperempatan yang lumayan sibuk itu. Biasalah, jalan dikomplek perkantoran ini memang ramai sekali dengan orang-orang kantor sekitar yang lebih prefer untuk jalan kaki dari satu kantor ke kantor yang lain kalau memang tujuan mereka nggak terlalu jauh. Karena selain pedestrian dan sarana nyebrang nya juga nyaman banget, semua yang butuhin juga ada disekitar kompleks perkantoran ini, mulai dari rumah sakit internasional, mall, meeting point, bank, hotel dan tentu aja café-café cantik di sekitarnya yang bisa dicapai dengan jalan kaki sedikit.
Biasanya Clodi sama Vitri juga suka banget jalan kaki ke café kesukaan mereka buat janjian ketemu sama klien, menyenangkan karena bisa menikmati pemandangan yang seru tiap hari. Sama kayak hari ini, pelan pelan mereka berdua berusaha mencari sosok pria ganteng dari sebrang jalan itu di tengah-tengah kerumunan orang nyebrang. Mata Clodi setengha mati berusaha mencari sosok itu, maklum ya dengan ketinggian 158 cm ini memang agak susah mencari di antara kepala orang.Aha! Itu dia, pria ganteng yang ternyata tinggi sekali ya dari dekat, kemeja coklat itu keliatan pas banget di badannya, cocok abis sama kulit bersihnya, tan yang bagus, aduuuh vitri you better read his name tag dengan benar ya. For the love of God pria ini ….
GABRUK!!
"auch!"
"Clodi! r you alright??"
"aww ..sakiit, eh I’m sorry"
Waduh udah nggak jelas deh siapa yang ditabrak sama Clodi sangking seriusnya merhatiin dada cowok berbaju coklat tadi itu, sampe nambrak segala,pokoknya bilang sorry aja dulu.
Clodi berusaha meraih tangan orang yang hendak membantunya berdiri setelah terduduk di zebra cross itu.
Yeah,that’s it Clodi..
Grab the nearest hand you can reach
Try to stand up as fast as you can
Try to escape the humiliation
Say thank you to the person who help you to stand up
Lalu lariii…
Omigod its him!!
Jadi bukan cowok baju coklat yang tadi toh, pria ganteng itu bukan yang baju coklat tadi, tapi yang ini. Yang nolongin Clodi bangkit dari angetnya aspal, yang sekarang bikin Clodi gak bisa bilang makasih dengan enak.
"ma..k-a..si..ii ..h ya"
"no problem, lain kali hati-hati ya" pria itu menjawab sambil kasih senyuman yang manis sekali yang bikin matanya hilang di balik lipitan senyum itu. He is so gorgeous.
Vitri buru-buru ngajak Clodi hengkang dari penyebrangan itu, sambil terus berusaha nutupin muka Clodi pake daun pisang biar nggak malu-malu amat gara-gara jatoh di zebra cross. Udah gede kok jatoh!
"namanya Didier vit"
"hah! Aduh kok lo sempet liat aja sih hahaha"
"ya iyalah, orang dia itu tinggi banget, jadi mata gue Cuma sampe didadanya, pas didepan name tag nya"
"Didier?? Orang prancis ya?"
"mamanya orang prancis kali, dia sih kayaknya Indonesia banget tuh!"
"dia pasti dikirim tuhan Cuma buat gue vit" , clodi masi terus mengenang kejadian memalukan di zebra cross itu sesampainya mereka di ruang kerja mereka.
Vitri sih masih geli banget kalo inget gimana posisi Clodi waktu terjatuh, “hahahahha iya dikirim tuhan untuk jadi saksi hari memalukan lo"
"aduuh vit, gak percaya banget sih lo, pokoknya lo liat ya, gue pasti bisa ngedate sama dia"
"eh tapi dia kerja di mana ya Di, there’s to many office in this god damn area"
"hmmm iya ya, gak ngerti deh gue juge"
"…"
Dengan tampang serius, Clodi sibuk banget nyari jalan untuk cari tau semua soal pria tampan itu, Didier.
"jangan bilang lo mau nungguin dia di zebra cross lagi besok Di??”
"you know what vit.. "
"what?!??"
"you are brilliant"
"omigod Clodi, you can be so nekat hahaha.."
Pertemuan pertama yang berkesan sekali memang buat Clodi dan Vitri, pria ganteng itu emang pantes kalo dibilang pencuri hati. With that perfect body, mata kecil dan senyum sempurna, great taste of fashion, dan sopan santun. Tinggal ditambah good brain, good job dan good sense of humor and he’s perfect buat jadi temen nge-datenya Clodi atau Vitri.
Well.. actually Clodi deng, vitri is more of a girlfriend type. Sedang Clodi itu lebih ke dating type of girl, yang hobby banget lari kalo udah mulai di ajak berkomitmen sama cowok, atau kalo udah gak tertarik selalu ngeluarin kalimat andalan "emmm aku udah bosen sama kamu, kamu nggak papa kan.."
That’s Clodi, never meant to hurt anyone, Cuma bosen atau ilfil aja kok. Vitri tau banget karakter sahabatnya ini, they’ve been best friends for as long as they can remember. Mereka selalu barengan dikantor, mereka sama-sama interior designer handal yang masih sangat muda, dan sama-sama nggak suka sama Mareta haha. Disbanding Vitri yang selalu setia berkomitmen dengan pacar-pacarnya, Clodi lebih cenderung bosenan, the adventurous type. She love the adventure of dating numerous type of man just to have fun, mungkin karena Clodi emang udah rebel dari kecil ya, karena 2 kakaknya laki-laki semua gitu.
Day two
the hectic day, meeting sama klien and everything ternyata nggak berhasil bikin Clodi dan Vitri jadi gak lebih penasaran sama si pria ganteng misterius. Rencana untuk lagi-lagi melewati zebra cross kenangan tempat mereka pertama kali papasan ternyata masih tetap jadi agenda hari ini nih, jadilah dua perempuan penggila gossip, rajin belanja dan hobi dandan tapi gak pernah ngerasa rese ini nekat jalan menuju bank precisely at yesterday time.
“okeh, sekarang jam 12:22 kita jalan menuju bank, diem bentar di situ 5 menitan trus nyebrang lagi tepat jam 12:30!”
“okeh!” vitri juga gak kalah siapnya ama Clodi buat nyari tau identitas Didier, soalnya dari semua pria ganteng di perkantoran ini, belum pernah ada yang sesempurna ini. Hmm pasti ada satu aja yang salah dari cowok ini, masa sih dia sebagus itu ya.
Tujuan utama dari penyelidikan hari ini adalah mencari tahu kerja dimana sebernarnya pria tampan ini, apa posisinya, berapa gajinya, apa kendaraannya dan yang paling penting marital statusnya. Ini adalah rentetan pertanyaan-pertanyaan penting yang harus di isi untuk aplikasi apakah anda pantas menjadi teman date Clodi dan Vitri??
Tepat jam 12:30, belum ada tanda-tanda kemunculan muka tampan itu dikerumunan penyebran sebelah sana. Apa mungkin hari ini dia makan siang diluar, atau malah dia makan siang dikantor, jadi dia gak keluar sama sekali. Pikiran Clodi dan vitri sibuk mencari jawaban dimana sebenarnya di ganteng itu kalo beneran dia nggak nongol di zebra cross siang ini.
"kita tunggu satu lampu merah lagi yuk vit"
"hmmm..boleh deh"
"eh mungkin dia gak masuk kantor, atau miting ditempat lain ya Di"
"vit..menurut lo, apa jabatannya? Dia junior atau vice president ya?"
"well he cant be vice president, he’s so young, unless he owns the company"
"hmmm.. you make him sounds even more sexy ya vit dengan kalimat owner of the company hahha”
Sibuk dengan berbagai macam khayalan dan spekulasi soal siapa sebenarnya Didier ini sukses bikin Clodi dan Vitri menikmati kebosanan waktu menanti lampu hijau untuk menyebrang jalan. Dua perempuan muda ini kelihatan sangat menikmati acara ngobrol mereka di antara kerumunan orang-orang yang terus memperhatikan mereka berdua, dua perempuan cantik yang sangat menikmati hidup dengan canda tawa lepas itu, terlihat begitu sukses dan menarik di bawah sinar matahari yang keliatan menyumbul dari sela-sela tingginya gedung perkantoran. Kedengeran bisik-bisik beberapa ibu-ibu dari kantor sebelah, “ih mukanya alus amat sih”
Kayaknya rekannya yang gak rela denger kenyataan itu langsung nyamber, “suntik botox kali tuh!” sambil nyuri-nyuri ngelirik kearah Clodi.
"eh Di, kayaknya kita diomongin tuh ama ibu-ibu depan"
"buset deh, rese banget ngeliatnya,wuh gue congkel deh tuh matanya pake hak sepatu"
"emm..waktunya buat kasi pelajaran Di” kalimat nakal terlontar dari bibir vitri sambil ngasih lirikan setajam palu arit kearah Clodi.
Aha!Clodi tau banget ini berarti waktunya buat beraksi sedikit bitchy ke tante-tante rese dari kantor biro hokum itu hehehe. Lets roll beybeh.
Dengan resenya Clodi dan Vitri nimbrung ditengah-tengah kerumunan 3 orang tante tante gemuk sehat yang emang udah terkenal rumpi rese abis disekitar sini. Beware of the fat lady from the law bureau deh pokoknya.
"eh tante!!"sapaan Clodi ini cukup bikin gank gemuk sehat ini kaget dan menghentikan acara gossip mereka seketika dan langsung pasang mata gak suka liat Clodi. tapi Clodi Vitri cuek, this fat lady need to be thought a lesson deh.
"lagi ngomogin kita yaaaa!" vitri ikutan rese
"hehe.. kita nggak suntik botox kok tante, tapi…. Kita pake tjul tjie*!!!"
*tjul tjie = sejenis obat muka yang dilarang pemerintah karena terlalu banyak mengandung mercury.parah deh paraaaah!
SKAK!!
Kalimat mematikan dari Clodi ditambah dengan tatapan rese, sukses bikin tante-tante itu mikir dua kali mencari arti apa itu tjul tjie?!??!?
Clodi dan Vitri sedang menikmati kemenangan mereka kali ini melawan tante-tante gemuk sehat dari biro hokum, sampai..omigod, there he was!
Didier, jelas sekali tampak lebih tinggi diantara kerumunan penyebrang lainnya, dengan dua lengannya yang keliatan kuat sekali di balik kemeja warna pink yang nggak tau kenapa keliatan sangat bagus di pakai dia, the perfection of kanye west, pharrell William and collin Farrell all mix in to one body. Baru kali ini Clodi sama Vitri meratiin rambutnya dengan sempurna, satu kata deh, cute! Clean cut yang keliatan bagus banget di muka itu. Hmm mungkin ini semua jadi keliatan bagus banget Cuma gara-gara efek muka ganteng itu aja deh, coba aja kalo ada orang lain bermuka mentok yang hari ini nekat pake kemeja pink dan pake potongan rambut se clean cut itu pasti rusak banget jadinya. But it sure looks good on Didier.
Begitu lampu penyebrangan berubah hijau, semua penyebrang langsung mengikuti komando untuk mulai menyebrang dong masa nyuci. Semua mulai melangkah.
Orang-orang
Clodi dan Vitri
Didier..
Dengan muka ganteng itu, agak susah juga berkonsentrasi untuk meratiin name tagnya aja bukannya mukanya. Tapi vitri harus bisa, berat juga nih, harus memperhatikan dadanya tanpa punya pikiran pingin lompat ke pelukannya, menatap matanya, berdansa romantis di tengah kerumunan orang yang mulai memberi mereka ruang karena terharu melihat keindahan mereka berdua. Semua mobil yang antri di lampu merah pun siap untuk menunggu sesaat membiarkan vitri berlama-lama di pelukan dada bagus Didier.
Terlalu lama menatap muka Didier, bikin Clodi juga punya pikiran sendiri dikepalanya. Hmm ini orang ganteng sekali, maybe he is a gay, he wore pink! Tapi gelagatnya nggak menunjukan kalo dia gay, ada sesuatu yang menyakinkan clodi kalo Didier itu bukan gay. Oh mungkin itu ego yang bicara, mana rela liat pria setampan itu jadi gay. Gak rela!!! Atau mungkin dia sudah menikah ya?? Wah harus liat jarinya kalo gitu, ada cincin ato nggak? Mana jarinya, mana sih!!! Aduh nggak keliatan, clodi mulai merunduk seperti banteng diantara para penyebrang untuk bisa melihat jari-jari Didier.wait wait there it is!!
AAAWWWW!
“oHH shit!! Clodi are you okey??” vitri dengan kalap berusaha melepaskan kepala Clodi dari kepala sabuk seorang pria gak dikenal yang dengan sialnya harus tersundul oleh kepala Clodi yang harot banget merunduk-runduk berusaha mencari cincin di jari Didier.
"aduuh ..aduuuuh sakiiit" keliatannya sih Clodi kesakitan setengah mati, ya maklum ya, dengan kecepatan orang menyebrang supaya bisa selamat dari injekan orang-orang yang juga berusaha cepat-cepat menyebrang, rambut Clodi tersangkut di kepala sabuk dan terseret kearah berlawanan dengan kecepatan gila, ketarik dengan satu sentakan kuat dan membuat kepalanya beradu dengan perut laki-laki malang itu.
Adengan yang lumayan menghibur pada pengendara mobil dipenyebrangan ini lumayan bikin semua orang agak panic, ada perempuan nekat nyeruduk laki-laki gak dikenal di tengah jalan raya, sempet bikin polisi-polisi sibuk mengatur lalu lintas penyebrangan yang mulai ikut menonton adegan aneh tapi nyata itu. Sampai akhirnya mereka harus mengamankan Clodi ke pedestrian pinggir jalan biar lalu lintasnya lancar lagi.
"ya ampun jeng, si perempuan genit itu ngapain sih!!" gank tante-tante gemuk sehat bagaikan tertimpa durian runtuh melihat aksi Clodi yang tentunya bisa mereka jadikan bahan gossip untuk mencaci Clodi selama 2 minggu kedepan.
"astaga, nekat sekali perempuan itu” yang satu mulai menambahkan
"ih dia wanita simpanan, trus itu pacarnya yang mulai berpaling ke istri pertamanya kali" kalimat kalimat yang keluar pun makin rese.
"ih pasti itu bosnya yang menghamili dia tapi nggak mau bertanggung jawab tuh” gossip ini pun dibawa terus ke kantor mereka, untuk di usut lebih lanjut disana. Yang tentunya akan terus bergulir dengan persepsi mereka sendiri, sama saja dengan persepsi masing-masing dari sekitar 30 orang saksi mata yang nyebrang di zebra cross itu hari ini.
"aduuh Di, lagian apa-apaan sih nyebrang kok nyruduk-nyruduk gitu malu kan!" vitri sibuk berusaha melepaskan satu demi satu rambut Clodi yang kejepit kepala sabuk itu.
"aaawww aaw, udah dong vit ga usah dibahas sekarang, sakit banget nih"
"tapi lo tuh aneh banget tau gak, ini lebih memalukan dari waktu kemaren lo jatoh persis di sini juga nih. Inget gak lo" vitri mulai kesel juga ama rambut yang mulai kusut itu, “eh tapi lumayan lucu juga sih Di hehehee, eh mas sabar yaa, bentar lagi nih"
"hah!kurang ajar lo vit"
Dua perempuan gila ini sibuk banget berusaha melepaskan kekusutan rambut Clodi sampai sampai gak ambil perhatian sama si pria malang yang harus ikut menanggung malu karena berdiri di pinggir jalan yang padat dengan kepala wanita menggantung di kepala sabuknya tanpa alasan yang jelas, hari ini dia sial banget! Eh tapi tunggu dulu, kayaknya dia gak ngerasa terlalu sial tuh, karena buat dia, Clodi cantik sekali, dia mulai menikmati mendengarkan celotehan dua wanita disamping dan …diperutnya ini. Mungkin perempuan ini dikirim tuhan buat saya ya. Saya beruntung banget hari ini.
"Perkenalkan nama saya, radika sutedjo, terima kasih sudah melepaskan saya mbak"
Clodi berusaha menelaah sebentuk mahluk hidup yang perutnya dia gelantungi dari 15 menit terakhir itu, rahangnya kecil, giginya banyak!! Senyumnya lebar, hidungnya kecil, matanya kecil, mukanya kecil, tapi rambutnya besarrr. Hmm ini pasti office boy deh. Gue!!! Nyangkut di orang ini!! Saya sial banget hari ini.
"pak dika nggak apa-apa pak?" ada sapaan dari arah belakang Clodi dan Vitri.
Bapak? Hah dia bukan office boy? Masa dia bos sih?
"mbak.."
"mbak..mbak"
"ehh iya, halo, saya vitri dan ini temen saya Clodi, maaf ya sudah bikin anda malu dan repot. Maaf sekali, biar kami teraktir makan siang kapan-kapan ya, ya kan Di" vitri menyikut Clodi sambil berusaha menetralisir kekagumannya melihat keajaiban wujud radika itu.
"ow iya.. iya, emm ini kartu nama saya, kalo gitu kita peeer…" Clodi menarik lengan Vitri untuk segera balik badan dan hengkang dari tempat itu, balik badan dan…
Daaaan…
Der hi was again.
Omigod, Didier pahlawanku!! Pasti datang kesini mau menyelamatkan gue dari cowok tak berwujud ini, pasti dia pikir radika adalah pria iseng yang mau gangguin mereka di pedestrian. Karena Didier telah jatuh hati pada Clodi makanya dia datang kembali untuk menyelamatkan Clodi dari radika si jahat itu.
"pak, apa bapak baik-baik saja?"
What!!!! Didier memilih si kribo itu dari pada gue!!!omigod, he is gay.
"hehe saya baik saja, kamu menunggu dari tadi?"
"iya pak, tadinya saya mau Bantu tapi mbak ini kayaknya lebih handal"
"huahahhahaa iya lagian aneh juga kali kalo kamu yang bantuin saya tadi, ayo kita balik kekantor deh"
Clodi sibuk mencari jawaban dari adengan didepan matanya ini, tapi tunggu dulu, radika di panggil bapak oleh Didier?? Hah!jangan bilang itu bapaknya.
"hus ngaco lo Di, itu bosnya kayaknya deh" vitri berbisik kepada Clodi sambil menyaksikan obrolan Didier dan radika.
"hah! Did I said that out loud vit?? Apah! Jadi si kribo ini bosnya, eh tapi vit si Didier gak pake cincin tuh huuuurey!"
"mbak Clodi dan vitri, kami duluan ya, oh iya ini perkenalkan teman saya Didier"
Belum sempat Clodi jawab apapun, Didier sudah bicara duluan sambil mengambil uluran tangan Clodi. “kami sudah bertemu disini juga kemaren pak”
"wahh, hebat, yang ini mbak vitri, pasti sudah bertemu juga ya. Kalo gitu sampe ketemu lagi yaaw" radika menutup pertemuan itu dengan senyum yang luar biasa lebarnya, sampai Clodi bisa liat gigi belakangnya.
^^^^^^^
Si Kribo
Spectacular day!bayangkan, cuma mau ketemu si Didier ganteng secara baik-baik, maunya sih sampe bisa saling senyum, nyapa dan lebih oke lagi kalo pake acara tukeran nomor telfon. Awal dari sebuah date tentunya. Tapi kok ya masyaoloh kenapa jadi malapetaka musti jatoh dan mempermalukan diri di tengah jalan raya yang hectic kayak gitu sih!
"haduh mau gila gue vit"
"ya ampun neng Clodi, gue juga sama shocnya ama lo kali, ayok buru dah kita ciao dari tempat memalukan ini" vitri lekas-lekas menggaet tangan Clodi untuk buru-buru hengkang dan meninggalkan Radika yang masih yang masih tersenyum sumringah sampai mata kecilnya tertutup rapat. Jadi kayaknya dia nggak sadar juga kalo Clodi sama Vitri udah mulai beringsut dari situ.
Satu langkah mundur
Dua langkah..
Empat langkah..
Pelan-pelaaan, peeeelaan aja
Lariiii
Clodi dan Vitri berusaha secepat mungkin angkat kaki dari situ, kalo masi harus lebih lama lagi ngobrol sama Radika dan Didier di tempat terkutuk itu pasti semua orang yang ada disitu bakal nggak pernah lagi lupa sama tampang sial mereka itu. Bayangin apa efeknya besok-besok kalo mereka harus lewat situ lagi coba! Bisa-bisa digodain sama pegawai news stand diujung jalan itu,atau lebih sial lagi kalau dikenali sama gank tante-tante gemuk sehat. Gak relaaa.
Sesudah agak lama menahan senyum yang mengembang, Radika mulai pegel, mulai membuka matanya yang kalo senyum suka ikut ketutup sangking bahagianya.
"eh loh!mana mereka???" Agak kaget juga radika mencari dua perempuan cantik yang tadi_sumpah ya_tadi beneran ada didepan dia.
"oh tadi mereka pamit pak, trus bapak tersenyum sama mereka" Didier berusaha menjelaskan secara halus keadaannya sama bos barunya ini, sambil setengah mati berusaha menahan senyum. Susah untuk nggak ketawa kalo harus secara close-up melihat mahluk kribo bermuka mungil tersenyum luhar bihasa lebar sambil mendongak dan memejamkan mata. He looks so happy. "yaaaah..kok saya gak denger ya" Radika menekuk bahu nya penuh kekecewaan.
"tenang aja pak, tadi mereka sudah meninggalkan nomor telfon sama saya, kan katanya mau diajak makan siang" Nggak tega ngeliat kekecewaan Radika, Didier berusaha mengingatkan soal tawaran makan siang yang tadi ditawarkan oleh Clodi dan Vitri.
"oyYa ampuuuun, hureee hehehe!senang deh,ya udah deh, yuk kita kekantor lagi yuk" Radika jejingkrakan sangking bahagia nya, maklum dia sudah lama sekali memimpikan ingin punya calon istri. Mari di perjelas, sudah sekitar 27 tahun ini sebenarnya. Demi mat solar nyangsang di puun nangka, lama amat jomblonyaaaaa!
Mari kita simak sedikit profil dari Radika, siapa dia sebenarnya dan kenapa harus nongol di cerita ini. Radika Sutedjo, 27 tahun jalan 28 ini adalah anak satu-satunya dari nol bersaudara. Anak pak Hartawan Slamet Sutedjo dan madam Sulastrie Sutedjo atau biasa dipanggil Jeng Sul sutedjo pada arisan-arisan berlian ibu-ibu socialite. Wow berarti orang hebat ya?? Ya iyalah namanya juga pemilik perusahaan telekomunikasi ternama, itu perusahaannya Radika, papanya sendiri a.k.a pak Hartawan Slamet Sutedjo punya beberapa perusahaan besar diatasnya dan beberapa lapis kebun kelapa sawit.
Hebat kan!
Hebat memang kalo saja Jeng Sul Sutedjo, alias mamanya Radika punya seorang anak perempuan buat di ajak curhat, nyalon, belanja, kearisan atau sekedar mengisi sepi di kehidupan jetset ini. Tapi apa daya, Tuhan mengirimkan seonggok mahluk kribo bermata kecil, tapi mukanya lucu, Jeng Sul jadi nggak sampe hati menukarnya dengan kalender di rumah sakit. Gak tega. Jadilah semenjak Radika sudah ke gap memasuki usia aqil baligh yang mana diketahui ketika terdengar jeritan maha dahsyat dari kamar Radika dipagi hari, Jeng Sul terus terusan menteror Radika untuk lekas-lekas memiliki Calon istri. “biar momy cepet punya menantu perempuan dong Dika!” begitu katanya kalau Radika udah mulai jengah di ikutin sama momy nya dari belakang sambil bilang “dika kapan kawin, dika kapan kawin, dika kapan kawin, dika kapan kawin.” Bayangkan sesosok mami mami gemuk mungil ngintil dibelakang anaknya yang kribo sambil jinjit-jinjit tanpa dosa .
Dengan sepenuh hati Radika juga nggak pernah nolak kok kalo dikenalin sama momy nya sama anak perempuan dari temen-temen arisannya. Dengan senang hati Radika akan memacari mereka, kalo aja, mereka nggak buru-buru ganti nama besokkannya kalo ketemu Radika lagi.
Tega kan! Padahal Radika itu nggak jelek-jelek amat, agak aneh iya. Tapi nggak jelek! Radika itu baik hati, tapi nggak ada yang mau repot-repot kenal lebih jauh sama dia. Karena biasanya Radika selalu dikelilingi sama pegawai-pegawai yang ganteng seperti contohnya; Didier, dan selalu berhasil membuat dia dikira supir bus karyawan dari pada bos. Tapi Radika nggak pernah sedih.
Radika itu selalu seneng dan baik hati.
Back to the office
"Clodi ini draft iklan susu nya" Unit_si wanita seksi sibuk dikantor_nge drop beberapa draft design untuk iklan susu.
"hah?? Oh iya, thanks ya nit"
Aduuh kenapa gue jadi ngelamun terus ya, masih shock kali gue ya..hmmm
Trrrr..trrrt
Waduh apaan tuh bergetar getar? Gempa ya? Apa jantung gue. Ah monyet!telfon gue mana sihhhh. Clodi sibuk mencari telfon genggamnya yang tidak mengeluarkan bunyi tapi bergetar itu. (eh udah tau ya)
"ahh, yak halo, Clodi” Clodi menjawab telfon dan menunggu balasan diujung sana.
"halo, selamat siang, ibu Claudia Hasyim. Saya Didier dari NasaTel"
Hah!!!!!!!!!!!!! Didier, aku bisa gila!!!!
Teroooorojing terojing terooroo jing terojing. He called me yes!! Told you so!
"ehm, ohh iya saya ingat. Apa kabar pak Didier"
"kabar baik bu" Didier tertawa renyah, renyaaaah sekali. Hhhhhh ketawanya aja cakep. Hihi
"panggil saya Clodi saja, oh iya bagaimana keadaan bos anda?masi marah gak dia?"
"haha nggak kok, dia sama sekali nggak marah, malah dia yang nggak enak"
"hehe..”
"ngomong-ngomong saya mau menanyakan apa besok ada waktu untuk makan siang?"
Ohmy god..nggak sial sial amat ternyata hari ini gue ya, he actually asked me out.
"makan siang?? Besok ya.. boleh saya check jadwal saya dulu sebentar?"padahal boong tuh, I would gladly say yes tanpa syarat, tapi kan geeengsi.
"ehm, kayaknya sih bisa antara jam 1 sampai jam 2"
"sounds good, uncle sams okay for you?"
"not a problem"
"sampai besok kalau bgitu Clodi, selamat siang"
"bye"
Hhh… clodi menjatuhkan dirinya ke kursi kerjanya, lemeeesh, cara Didier memanggil namanya C-L-OU-D-I. aduuuh enaknya. Ini harus dikabarkan ke Vitri. Clodi buru-buru beranjak menuju ke ruangan Vitri.
"Viiiit, you would not believe what just happened to me"
"what"
"guess who asked me out on a lunch besok?"
"who"
"it’s si ganteng dari penyebrangan!"
"hah!!! Aaaaaaaaaaaa serius lo!aaaaaa kemana-kemana????"
"huihihi iya gila ya, uncle sam’s, tomorrow, 1 o’clock" Clodi dan vitri jejingkrakan bahagia, ini lah kebiasaan Clodi dan Vitri kalo lagi kesenengan merayakan sukses menggebet cowok. Siapa juga yang nggak senang, bayangkan mau pergi makan siang sama seorang sosok tinggi besar, good taste in fashion, sexy hair cut, got wonderful smell coming from him plus dia juga punya suara yang sexy setengah mati. Clodi sadar banget ini bakalan seperti yang lain, sama aja, belum tentu bertahan lama. Helloooo.. its Clodi gitu, mana tahan sama komitmen. Palingan juga ini bakal jadi one of her one or two months dating advernture lagi, tapi tetep aja seru! Prinsipnya di setiap kisah cinta, the first kiss has always been the most sensational gitchu.
Just cant wait until tomorrow.
The date
Its 8:00 am, first thing in the morning. Nanti siang mau ngedate sama Didier, need to talk to Vitri.namanya juga sahabat kentel, jadinya biarpun setiap hari sudah mentok banget musti seharian barengan di kantor, masih juga musti saling telfon untuk sekedar check baby check aja keadaan satu sama lain.
Tinininit….
Tininininit…
"yak halo, vitri’s here"
"pagi hon.."
"ahh pagi Clodi sayang, belum sampe kantor nih gue"
"yeah me too, I just cant figure out what to wear for my lunch date today with Didier Vit"
Vitri udah paham banget ini yang bakalan terjadi, well it happens to the most of us, “pake jeans seven lo yang baru aja Di, sama bolero knit itu lo yang warna pink"
"ohh iya ya bener juga lo, biar gak terlalu keliatan niat banget gue hahaha"
"haha, jangan lupa kalung sexy lo itu"
"oh ya ampun, perfect now!thanks sweatheart"
"don’t mention it, I’ll see you at the office ya.bye Di"
Vitri menyudahi pembicaran mereka, agak geli juga dia membayangkan thrill nya jadi clodi hari ini. Dapet kesempatan buat nge-date sama Pria Ganteng itu nanti siang. Ih pasti seru banget tuh, kalang kabut milih baju, model rambut, haha kadang kadang dia berharap bisa menikmati masa-masa itu lagi, mengingat masa pacarannya yang sudah mulai memasuki angka satu tahun itu bersama Ori. Ahh untung pacarnya romantis, jadi suka sekali memberikan kejutan.
Meanwhile, dirumah Clodi yang lengang. Si empunya masih sibuk ngaca, "make up okey..outfit, outstanding. Cukup gud buat date makan siang" Clodi tersenyum puas dan siap berangkat ke kantor hari ini.
"eh ada sms toh" sangking serunya milih-milih baju Clodi sampai nggak denger suara hp nya sendiri tadi.
From : +62812 5000 112
Selamat pagi Clodi, I'll see at lunch siang ini kan?
Omigod, its Didier. Aduh sekarang dia sms akuuu wiihihi.
Ayo bales-bales, eh ntar aja biar nggak keliatan nggak butuh.
hmm tungguin dulu 30 menit.
...
baru 3 menit
..
3 menit 20 detik
aargh lamaa.. gak kuat, bales aja!
To:+08125000112
lunch??what lunch.i'm sorry i didnt catch your name..
ini siapa ya
to be continued
sipped by sandra arifin prihantono | komen